Pajak, dari kita oleh kita untuk kita

Pajak seringkali disalahpahami sebagai pungutan memaksa yang dibayar karena takut dengan sanksi yang akan diterima jika tidak dipatuhi. Bahkan tidak jarang ada oknum yang sengaja menggelapkan pajak, melakukan kecurangan atau tindakan lain yang bertujuan untuk menghindari kewajiban perpajakan. Lalu, apakah definisi pajak itu sendiri?
Menurut Pasal 1 angka 1 UU KUP, Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh Orang Pribadi atau Badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang dengan tidak mendapat imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Dari definisi di atas, dapat kita temukan berbagai unsur yang melekat pada pajak itu sendiri, yaitu:
a. Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara
Artinya, kewajiban perpajakan merupakan kewajiban kepada negara yang mengindikasikan adanya sanksi jika kewajiban tersebut tidak dipatuhi
b. Terutang oleh Orang Pribadi atau Badan
Subjek yang memiliki kewajiban perpajakan adalah setiap orang pribadi yang telah memenuhi syarat subjektif dan objektif serta setiap badan yang melakukan usaha maupun tidak melakukan usaha. Yang dimaksud dengan syarat subjektif bagi orang pribadi adalah orang yang telah dewasa yaitu umur minimal 21 tahun dan merupakan warga negara Indonesia atau warga negara asing yang telah berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam 12 bulan, yang selanjutnya diatur dalam Undang-undang. Sementara syarat objektif adalah orang pribadi yang penghasilannya telah melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang ketentuannya diatur dalam ketentuan perpajakan. Subjek tersebut diatas selanjutnya disebut Wajib Pajak. Wajib Pajak yang dimaksud juga meliputi Wajib Pajak yang ditunjuk sebagai pemotong pajak (seperti bendahara atau badan) dan pemungut pajak (seperti Penjual Jasa Kena Pajak dan Barang Kena Pajak).
c. Bersifat memaksa berdasarkan Undang-undang
Unsur ini mengatur batas hak dan kewajiban Wajib Pajak juga petugas pajak. Undang-undang mengatur apa saja yang dikenakan pajak, siapa yang perlu membayar pajak, bagaimana menunaikan kewajiban perpajakan dan kapan kewajiban perpajakan itu harus dipenuhi. Karena diatur dalam Undang-undang, kelalaian maupun kealpaan dalam memenuhi kewajiban perpajakan dapat dikenai sanksi berupa denda, bunga, kenaikan, atau sanksi pidana tergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan.
d. Dengan tidak mendapat imbalan secara langsung
Saat membayar parkir, kita secara langsung dapat merasakan manfaatnya yaitu amannya kendaraan kita di tempat parkir tersebut. Namun berbeda dengan pajak, Wajib Pajak tidak dapat merasakan secara langsung manfaatnya segera setelah kewajiban perpajakannya terpenuhi. Disinilah terlihat unsur pemerataan hak yang diberikan negara kepada warga negaranya. Mereka yang membayar pajak dengan nilai yang tinggi akan dapat menikmati fasilitas negara yang dibiayai oleh pajak, sam halnya dengan mereka yang membayar pajak dengan nilai yang rendah atau bahkan yang tidak membayar pajak sama sekali. Pajak juga mencerminkan sistem gotong royong, yaitu Wajib Pajak yang memiliki penghasilan tinggi dibebankan pajak yang lebih tinggi daripada Wajib Pajak yang berpenghasilan rendah. Namun keduanya memiliki hak yang sama dalam merasakan manfaat pajak.
e. Digunakan untuk keperluan negara bagi kemakmuran rakyat
80% dana APBN negara kita bersumber dari Penerimaan pajak. Artinya setiap program pemerintah dan kelangsungan negara ini 80% disokong oleh penerimaan pajak. Penerimaan pajak yang dialokasikan ke APBN tersebut digunakan oleh pemerintah untuk menjalankan program pemerintah dalam rangka kemakmuran rakyat. Pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, keamanan, pertahanan, dan sebagainya semuanya itu dibiayai sebagian besar oleh penerimaan pajak.
Sesuai dengan sistem perpajakan yang dianut di Indonesia yaitu Self Assestment, kewajiban perpajakan yang dimaksud meliputi mencatat, menghitung, memperhitungkan, membayar dan melaporkan pajak yang terutang oleh Wajib Pajak. Artinya setiap Wajib Pajak diberi kepercayaan oleh negara untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya secara mandiri dan bertanggung jawab. Namun bukan berarti Wajib Pajak dapat semena-mena menetapkan jumlah pajak yang akan dibayar. Seluruh pedoman menghitung dan memperhitungkan pajak yang akan dibayar telah diatur secara jelas dan tegas oleh Undang-undang.
Semoga dengan memiliki pemahaman akan definisi pajak, kesadaran dan kepatuhan setiap orang akan pajak dapat meningkat demi membangun negara Indonesia. Dari definisi ini kita tahu peran krusial pajak dalam menyokong keberlangsungan negara kita.

Agama atau injil? 

Tulisan ini bukan tulisan saya.. hanya saya sadur dari sebuah presentasi di sebuah kebaktian kampus.
Saya rasa perlu dibagikan karena begitu dalam makna dari tulisan ini.. semoga bermanfaat

Kami berhenti beragama dan mulai berinjil

Alasannya:

  1. Agama berkata jika kami memaksa diri kami taat kepada Allah, Dia akan mengasihi kami.
    Injil berkata Justru karena Allah telah mengasihi kami dalam Yesus, maka kami dengan sukarela dan sukacita taat kepada Allah
  1. Agama berkata, “lakukan ini dan lakukan itu, maka kau akan mendapat perkenanan Allah”

Injil berkata, “Engkau tidak akan mampu memperkenan Allah, Yesus sudah melakukannya di atas kayu salib. Karena itu perkananan Allah turun atasmu”

  1. Agama adalah tentang apa yang harus kami lakukan

Injil adalah apa yang sudah Yesus Kristus lakukan di atas kayu Salib

  1. Agama mendatangkan rasa bersalah di hati kami, karena semakin kemai berusaha memenuhi tuntutan Allah, semakin kami merasa tidak mampu

Injil mendatangkan rasa syukur di hati kami, karena kehidupan, kematian dan kebangkitan Kristus telah memampukan kami untuk memenuhi tuntutan Allah.

  1. Agama berkata bahwa kegagalan kami mematuhi hukum Allah akan mendatangkan kutuk.

Injil berkata bahwa kegagalan kami akan diampuni Yesus, karena tuntutan hukum Allah telah dipenuhi oleh Yesus.

  1. Agama membuat kami terus bimbang akan keselamatan jiwa kami karena kami tidak tahu apakah perbuatan baik kami sudah cukup untuk memperkenan Allah

Injil membuat kami yakin akan keselamatan jiwa kami karena keselamatan itu tidakbersandar pada perbuatan kami tapi pada karya Kristus di atas salib bagi kami, satu kali untuk selamanya.

  1. Agama membuat kami menjadi sombong karena kami merasa lebih bermoral dan saleh daripada oranglain, atau berputus asa, sebab kami senantiasa masih jauh dari standarnya Allah.

Injil membuat kami menjadi rendah hati, sebab karena dosa kami yang begitu jahat, Yesus HARUS mati bagi kami, dan bersukacita, sebab Yesus RELA mati bagi kami

  1. Agama melihat penderitaan hidup sebagai hukuman dari Allah

Injil melihat penderitaan hidup sebagai pembentukan karakter agar serupa dengan Yesus yang pernah menderita bagi kami

  1. Tujuan kami ber-agama adalah untuk mendapatkan dari Allah hal-hal yang kami mau seperti kesehatan, kebahagiaan, kekuasaan, kekayaan dan kelancaran hidup

Tujuan kami ber-injil bukanlah untuk mendapatkan berkat Allah, tapi untuk mendapatkan Allah, Sang Pemberi berkat itu sendiri

  1. Agama berkata bahwa dunia dipenuhi orang baik dan orang jahat

Injil berkata dunia dipenuhi oleh orang jahat yang belum bertobat dan orang jahat yang sudah bertobat kepada Yesus.

Saya sendiri lupa kapan tepatnya seorang hamba Tuhan membagikan ini pada saat kebaktian di kampus. Yang saya tahu, dengan 10 alasan ini –walau masih banyak alasan lain- semoga dapat  meneguhkan iman kepada Dia yang telah menebus seluruh umat manusia. Pun dengan alasan ini menjadi penyemangat bagi yang sudah percaya untuk memberitakan kabar baik itu bagi dunia.

Sebab Dia (Yesus) lahir bukan hanya untuk sebagian manusia, namun untuk seluruh umat di dunia.

What now?

Aku sudah diselamatkan, what now?Bacaan : 2 Petrus 1:3-9

Sebagai seseorang yang telah dipilih dan dipanggil menjadi anak Tuhan, apakah yang harus kita lakukan akan kasih karunia ini? 

Ada seorang gelandangan yang sangat brutal, ganas dan menjijikkan. Dia sehari-hari tinggal di lingkungan yang kotor. Dia tidak mengerti etika makan, berpakaian, dsb. Suatu hari seorang raja yang sangat kaya mengangkat gembel itu menjadi anaknya dan membawanya tinggal bersama dengan raja di istana. Meski si anak ini secara hukum telah sah menjadi putra mahkota yang akan mewarisi tahta kerajaan, kebiasaannya yang hidup di tempat kumuh dan menjijikkan tidak serta merta hilang, dan tidak dengan sekejap dia memiliki perilaku bagaikan seorang putra mahkota yang elegan dan berwibawa. Anak ini butuh waktu untuk beradaptasi, dia butuh pendamping dan pengingat. Dia juga butuh mentor dan kemauan belajar yang tinggi. 

Kita seperti gembel itu. Dan raja itu adalah Bapa. Mentor itu juga adalah Bapa dalam wujud roh Kudus. Roh kudus lah yang menuntun kita untuk dapat belajar bagaimana kita menjalani identitas kita sebagai orang yang dibenarkan. Orang-orang yang tadinya hidup dalam kubangan lumpur dosa, kita dibersihkanNya dan diajari bagaimana berperilaku layaknya anak Tuhan. Tentu sudah menjadi tanggung jawab kita untuk mau diajari dan memiliki kemauan yang tinggi.

Adalah salah sesudah kita mengaku iman percaya, namun tidak melakukan apa-apa dengan iman itu. Kekristenan bukanlah hal yang statis dan pasif. Rasul Petrus mengingatkan kita untuk menambahkan kepada iman kita kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan dan kasih. Bahkan dengan tegas Rasul Petrus menganjurkan untuk berusaha dengan sungguh-sungguh. Artinya kita harus menyerahkan diri sepenuhnya untuk mau diajari oleh Roh yang ada bersama dengan kita hingga kita semakin hari semakin serupa dengan Kristus. Dia pun pernah dicobai di dunia ini, namun Dia tidak jatuh dalam pencobaan itu. 

Jika dengan bersungguh-sungguh kita mau belajar taat seperti anak yang ingin menyenangkan ayahnya, Rasul Petrus berkata kita akan dibuatNya giat dan berhasil dalam pengenalan akan Yesus Kristus. Hanya dengan pengenalan yang benar akan Yesuslah kita dapat sampai pada tujuan kita diciptakan, yaitu memuliakan Allah.

Jika kita menjadi kristen yang pasif dan tidak melakukan apa-apa dengan anugrah keselamatan ini, Rasul Petrus berkata kita akan menjadi buta dan picik, yang tidak mengenal dengan benar Yesus yang kita sembah. Kita menjadi lupa bahwa dosa-dosa kita telah diampuni. Dalam keadaan yang seperti ini, mari bertanya pada hati kita masing-masing, “Yesus seperti apakah yang kukasihi?”
Doa : Bapa, terimakasih telah memberikan Yesus untuk menebus dosa-dosaku dan memilihku menjadi anakMu. Tolonglah aku untuk semakin hari bergiat dengan sungguh-sungguh belajar meneladani Yesus. Amin.

“Mengikut Yesus diawali dengan iman, dimenangkan oleh anugrah, disempurnakan dengan kasih”

By : Nora Hutabarat

QUALITY TIME

Waktu BersamaNyaMarkus 1:21-39

Tukang kebun yang berpengalaman tahu bahwa untuk menghasilkan bunga yang indah, diperlukan kerja keras dan ketekunan. Menabur benih saja tidak cukup. Tanah harus disiapkan, benih harus disirami, rumput harus disiangi. Perawatan ini harus dilakukan setiap hari, sehingga akhirnya tanaman itu akan menjadi sangat indah. 

Demikian pula hubungan kita dengan Bapa. Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, selayaknya kita terus menjaga relasi yang intim denganNya. Hanya dengan relasi yang intim dengan Tuhan kita akan semakin peka untuk mengetahui kehendakNya dalam hidup kita dan menyenangkan hatiNya.

Saat Yesus ada di dunia ini, Dia sangat menjaga relasiNya dengan Bapa. Terlihat jelas ketika setelah seharian melayani, Yesus bangun “pagi-pagi benar” dan pergi ke suatu tempat untuk berdoa. Ayat 21 menggambarkan Yesus tiba di Kapernaum dan mulai masuk ke rumah Ibadat dan mengajar. Dia mengajar, menyembuhkan orang sakit dan juga mengusir setan, yang bahkan takut pada Yesus. Dari ayat 32 dikatakan dengan jelas bahwa menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan kerasukan setan. Yesus melayani,menyembuhkan banyak orang dan mengusir setan-setan. Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Yesus melakukan aktivitas sepanjang hari itu. Bahkan sampai malam. Tidak ada tanda-tanda bahwa Yesus beristirahat pada hari itu.

Namun, tidak menjadikan kelelahan dalam melayani menjadi alasan untuk beristirahat lebih banyak, Yesus malah bangun pagi-pagi benar untuk pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa disana. Yesus menyisihkan dan membuat waktu khusus untuk berbicara dengan Bapa. Dan ini bukan kali pertama Yesus melakukan itu, mengapa? Karena ayat 36 berkata bahwa Simon dan murid yang lain menyusul Yesus dan menemukan Yesus disana. Ini berarti murid-murid sudah tahu kebiasaan Yesus pagi-pagi. 

Mungkin seringkali kita merasa sangat sulit mengatur waktu untuk saat teduh dan duduk tenang dalam pelukanNya. Begitu banyak aktivitas yang harus kita lakukan sepanjang hari, mengurus anak, bekerja, mempersiapkan ujian, mengerjakan skripsi dan penelitian, pelayanan kesana kemari dan lain sebagainya. Ya, Tuhan senang melihat anak-anakNya bertanggung jawab atas tugas-tugasnya, namun Dia pun merindukan kita untuk duduk dan memiliki waktu bersamaNya. Tidakkah ini suatu kesukaan besar? Dia yang adalah pencipta alam semesta ini bahkan rindu untuk mendengar kita berbicara padaNya.

Terlebih lagi, Yesus yang adalah Tuhan telah memberikan teladan bagi kita.Apakah Dia tidak sibuk? Bacaan hari ini jelas mengatakan bahkan Yesus melayani dari pagi hingga malam. Namun Dia tetap memiliki waktu bersama Bapa. Ketika Simon memberitahu Yesus bahwa banyak orang sudah menunggunya untuk disembuhkan, bukannya mengikut Simon dan menyembuhkan orang-orang itu, Yesus pergi meninggalkan kota itu. Mengapa?

Yesus tahu visiNya. Bukan untuk itu Dia datang ke dunia ini. jika saja Dia tetap berada disana dan menyembuhkan orang sakit, mungkin Dia hanya dikenal sebagai tabib yang hebat, bukan Guru apalagi Tuhan. orang-orang sakit selalu ada, namun injil perlu diberitakan. Inilah pentingnya waktu teduh bersama Bapa. Perjumpaan dan perbincangan Yesus dengan Bapa mencerahkan Yesus akan Visi dan panggilannya ke dalam dunia ini. dia berani memilih meninggalkan mereka yang sedang membutuhkan penyembuhan dari Yesus karena Dia tahu ada Prioritas yang lebih penting dari hal itu.

Sudahkah kita memiliki waktu teduh yang rutin dan teratur dengan Bapa, seperti yang dilakukan Yesus? Sering kita berdalih dengan banyaknya aktivitas yang harus kita kerjakan, membuat kita mengesampingkan waktu sejenak duduk dihadapanNya. Kita merasa kita melakukan hal yang paling baik saat kita sibuk melayani Dia, namun tak memiliki waktu bersama Dia sang Pemilik pelayanan itu. Ada saatnya kita pun lelah dan terbawa keadaan, kita merasa kita harus mengerjakan semuanya, seperti keadaan Yesus yang sebenarnya juga perlu menyembuhkan orang sakit itu. Namun Tuhan mempunyai kehendak yang baik dan seringkali tidak kita perhatikan dengan seksama. Dia menyuruh kita untuk mengerjakan A, tapi kita melah mengerjakan yang lain, sebab kita tidak mengerti kehendak khususNya dalam hidup kita. pilihan-pilihan kita sering tidak sesuai dengan rencana Tuhan sebab kita bertindak tanpa kita bertanya pada Dia terlebih dulu. 

Memiliki waktu teduh yang khusus, rutin dan teratur sangat membantu kita untuk tumbuh dewasa dalam iman. Dia akan membentuk kita dan membuat kita semakin peka akan kehendakNya. Firman yang Dia katakan melalui alkitab akan menolong kita setiap hari untuk menjalani aktivitas sepanjang hari, mengangkat pujian padaNya akan menjadikan kita lebih merasakan berkatNya dan menolong kita lebih bersyukur padaNya, berbicara padaNya melalui doa kita akan melegakan setiap hati, sebab Dia sangat mengerti perasaan dan keadaan kita.

Sisihkanlah waktumu untukNya, bukan menyisakan waktu yang terluang. Dia selalu disana, merindukanmu datang padaNya dan selalu merindukanmu. 
“Waktu Teduhku adalah waktu terbaik sepanjang hari, sebab aku sedang mengisinya dengan Dia yang paling mengerti dan mengasihiku”
By: Nora Hutabarat

BINTANG ITU…

    BINTANG ITU……“Di bumi, kandungan nitrogen mencapai 80%, sementara Oksigen hanya sekitar 12%. Demikian hasil presentasi dari kelompok kami, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih,” Elsa mengakhiri presentasinya di kelas kali ini, pada jam pelajaran kimia.

“Baik, silahkan duduk Elsa. Ya, dari penjelasan teman kalian tadi, adakah yang merasa kurang jelas atau masih ada yang kira-kira tidak paham?” guru mereka, ibu Surya membuka kesempatan bagi muridnya untuk bertanya. Seperti sebelumnya tidak adasiswa yang mengankat tangan, karena memang Elsa menjelaskan materinya layaknya seorang guru. Ya, Elsa memang sedari kecil hanya mempunyai satu idola. Guru. Mungkin karena saat masih anak-anak, saat baru pertama kali mengecap pendidikan formal, Elsa terkesan dengan guru-gurunya yang begitu luar biasa ~baginya~. Satu hal sifat Elsa yang paling mencolok adalah ketika dia sudah menyukai seseorang atau sesuatu, dia selalu menyukainya dengan sepenuh hati. Mungkin hal inilah yang membuat dia sampai sekarang tidak pernah berpikir untuk mengganti cita-citanya, menjadi seorang guru adalah mimpi terbesarnya sejak kecil. Tidak seperti teman-temannya yang dari SD sampai sekarang mereka sudah duduk di kelas XI IPA sudah berulang kali mengganti cita-citanya. Ada yang cita-cita masa kecilnya dokter, setelah tahu betapa susahnya persaingan untuk masuk fakultas dokter, mulai mempertimbangkan untuk masuk fakultas pertanian. Setidaknya peluangnya lebih besar. Elsa tidak pernah masuk dalam kategori siswa seperti itu. Fokus, ambisius dan optimis, menjadi sifat dasar Elsa dari dulu. Mungkin sifat ini juga yang membuat dia sejak SD hingga saat ini selalu berhasil meraih juara pertama di sekolah. Menjadi bintang kelas, membuat banyak guru terkesan, populer di sekolah.

Elsa yang selalu ceria dan dengan senang hati mengajari teman-temannya juga begitu terkenal dengan kalimat yang paling sering diucapkannya, “perbuatan kasih sejati, tidak akan pernah sia-sia jika kita melakukannya dengan sungguh, apapun itu, lakukan semuanya dengan kasih.” Meski terdengar bijak, Elsa tetaplah hanya seorang gadis remaja yang sedang bertumbuh menuju dewasa, yang belum cukup matang mengartikan apa yang sebenarnya dia katakan. Yang dia tahu hanyalah, tersenyum dihadapan orang banyak dan selalu membagi apa yang dia punya adalah kasih yang sebenarnya. Tanpa tahu betapa sulit sebenarnya mengasihi. Pergaulannya yang tidak begitu dalam dengan siapapun membuatnya mengenali setiap orang dari sudut pandang yang sama. Kaceriaannya kadang terkesan childish bagi beberapa orang. Namun tetap saja, semangatnya setiap belajar membuat banyak guru senang mengajar di kelas Elsa. Mereka merasa selalu disambut bak idola oleh Elsa, tangannya yang selalu terancung untuk bertanya ketika ada yang tidak dipahaminya, senyumnya setiap mengikuti pelajaran ketika guru menjelaskan materi di depan. Ketika mereka tahu Elsa sebenarnya sudah paham betul dengan apa yang mereka ajarkan, namun dengan setia dia akan terus memperhatikan ketika seorang guru mengajar di kelas. Terlebih jika Elsa mampu membantu teman-temannya memahami apa yang disampaikan gurunya, membuat pekerjaan gurunya terasa ringan di kelas Elsa.

“oh ya, sudah bel… sampai ketemu minggu depan ya, ingat itu tugas buat dikerjain, bukan buat diliatin. Selamat pagi.. ^.^” senyum ramah ibu Surya selalu mampu membuat siswa semangat belajar, beliau menyadari bahwa kimia termasuk salah satu pelajaran yang sulit dan membosankan. ~setidaknya ada guru yang mengerti itu.

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu siswa kelas Elsa hari ini tiba juga, jam kelima, mata pelajaran matematika. Ditunggu bukan karena disukai, tak lebih karena minggu lalu mereka menghadapi ujian harian pertama, materi statistik. Biasanya nilai akan segera dibagikan oleh bu Nenny, guru matematika mereka. Seorang guru matematika yang hebat mengajar, tegas, dan yang paling diingat oleh murid adalah, beliau ahli membuat soal ujian yang selalu membuat siswa pucat mengerjakannya. Suasana di kelas tampak menegangkan, begitu ibu Nenny masuk ke kelas, di tanganya tertumpuk beberapa kertas, yang oleh Elsa dan teman-temannya langsung diklaim adalah lembar jawaban ujian mereka, disambut oleh tatapan siswa yang seolah berkata “ibu, nilaiku bagaimana? Aku remedial kah? Aku sudah begadang semalaman belajar bu, jangan sampai aku remedial”

“selamat siang, sehat semuanya?” senyum penuh arti ibu Nenny yang menyapa siswa tak membuat ketegangan siswa mereda, malah semakin menjadi. Biasanya kalau ibu Nenny sudah tersenyum begitu, artinya sebentar lagi kemarahannya akan meledak di kelas. Elsa dan teman-temannya merespon kata pembuka bu Nenny dengan sedikit ragu-ragu seraya berharap sesuatu yang tidak diinginkan tidak akan terjadi.

“ini ibu membawa hasil ujian kalian minggu lalu,.. Putri” bu Nenny mulai memanggil nama siswa satu per satu sambil memberikan kertas hasil ujian siswa. Hampir semua siswa yang maju ke depan mengambil hasil ujian berbalik sambil menunduk begitu melihat goresan tinta merah bu Nenny, Nilai. Raut wajah mereka mengisyaratkan kekecewaan dan penyesalan. Sekarang tinggal satu nama yang belum dipanggil bu Nenny, Elsa. Kekhawatiran semakin memuncak di dadanya, melihat semua hasil teman-temannya, bahkan Putri, yang selama ini dikenal dengan sebutan si jago matematika pun tidak lulus. Elsa melirik Putri yang kini duduk menunduk di kursinya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

“Elsa..” sontak suara bu Nenny meninggi, membuat semua siswa menatap ke arah Elsa yang kini dengan ragu-ragu melangkah ke depan. Tiba Elsa kini berada tepat dihadapan bu Nenny, raut wajahnya menunjukkan ketegangan. Tanpa dikira, bu Nenny malah tersenyum sambil menunjukkan hasil ujian Elsa, angka 93 langsung menarik perhatian Elsa dan sontak membuat adrenalinnya pecah, Elsa tersenyum sangat puas dan bertingkah seolah baru saja dia baru mendapat uang 1M. Sebagai bintang kelas yang disayangi oleh hampir semua guru, ada satu hal yang tidak dimiliki Elsa, kepekaan. Elsa terbawa dalam kepuasan dan kegembiraanya sendiri tanpa memperhatikan lagi teman-temannya yang kini sedang kecewa dan terjatuh. Pemikirannya yang begitu lurus, kadang membuatnya lupa akan sifat yang melekat pada setiap manusia, “saat temanmu jatuh, kau akan sedih, namun saat temanmu menjadi nomor satu, kau akan lebih sedih.” 

Kejadian hari ini bukan kejadian yang pertama kali di kelas Elsa, sejak mereka terkumpul dalam satu kelas sejak mereka kelas X, hal-hal seperti ini sering terjadi ketika Elsa menemukan nilainya begitu memuaskan alih-alih teman sekelasnya rata-rata di bawahnya. Hingga malam ini, Elsa tengah khusuk bersaat teduh sebelum tidur, handphone-nya bergetar menunjukkan satu sms dari nomor tak dikenal. 

“hey, penjilat.!!! Kau tidak lebih dari sampah, juara 1 mu tidak murni, kau benar-benar tidak tau malu, semunya jijik liat kau.. kau cari perhatian sama guru, biar nilaimu bagus. Walau kau ga sepintar itu. Dasar sampah, penjilat!!!!” Elsa begitu terkejut dengan pesan ini, perasaanya tidak menentu, berusaha menebak siapa pengirim pesan ini. Namun malam ini Elsa tidak begitu menghiraukannya, malah dia meletakkan kembali hp-nya, dan lanjut membaca Alkitab, seperti kebiasannya setiap malam sebelum tidur.

Pagi ini, di sekolah rasanya ada yang berubah bagi Elsa. Suasana di kelas tampak aneh baginya, dia merasa teman-teman yang sebelumnya biasa saja saat dia bergabung ketika mereka ngumpul-ngumpul, kini seolah menghindar dan merasa tidak nyaman jika Elsa mendekat. Elsa mencoba mendekat ke teman-temannya yang tengah asik membahas soal, biasanya Elsa akan disambut dan langsung diserang dengan berbagai pertanyaan. Tapi kali ini, ketika Elsa duduk di dekat mereka, malah ada yang pindah tempat duduk, ada yang bertahan disana, tapi tidak menghiraukan Elsa. Perasaan terabaikan mulai menggerogoti jiwa Elsa, dia yang dulunya adalah bintang kelas yang kedatangannya selalu dinantikan, kini malah dijauhi. Pesan misterius yang tadi malam dia terima mulai muncul di benak Elsa. Belum dia teralihkan dengan pikirannya, hp-nya kini bergetar lagi.

 “Kau benar-benar sampah sekarang!! Penjilat!!” sms dari nomor yang sama dengan nomor semalam datang lagi. Elsa langsung bisa menyimpulkan pengirim sms ini berada di kelas yang sama dengannya sekarang. Marah, sedih, kecewa, malu, merasa dibuang, semuanya campur aduk dalam hatinya. Satu tahun lebih satu kelas dengan mereka, tak sulit bagi Elsa untuk tahu siapa pelaku ini semua. Elsa juga tahu bagaimana si pengirim sms itu menghasut teman-temannya untuk membencinya. Elsa memutuskan untuk diam, berharap waktu akan menyelesaikannya. Begitulah Elsa menjalani waktunya kini di sekolah, datang, berkomunikasi seadanya dengan beberapa teman, mengikuti pelajaran, tetap menjadi bintang di mata para gurunya tapi tidak di mata teman-temannya.

Pelajaran olahraga, Elsa duduk di depan kelas seorang diri. Dua minggu seperti orang asing di kelasnya, membuat Elsa menjadi pendiam dan suka menyendiri. Tengah asyik melihat teman-temannya bermain basket, Putri terjatuh di hadapannya, dengan keringat yang bercucuran, Putri nampaknya kurang sehat. Wajahnya pucat, mungkin kelelahan sedari tadi begitu semangat bermain basket di bawah teriknya matahari. Dengan sigap Elsa membopong putri ke kelas, memberinya minum, menenangkannya, lalu pergi meminjam motor ibu Surya. Sebagai siswa yang sangat dekat dengan guru, Elsa tidak ragu dengan hal seperti itu, walau di sekolahnya jarang ada siswa yang berani meminjam motor seorang guru. Setelah kunci motor ibu Surya ada di tangannya, Elsa meminta ijin dari guru piket hari itu untuk mengantar putri pulang. Semuanya dilakukan Elsa dengan begitu cepat tanpa Putri sempat menolak. Elsa melakukannya sendiri, tanpa bantuan siapapun, dan sekarang mereka sudah sampai di rumah Putri ketika mama Putri langsung menyambut mereka dengan bingung, namun segera mengantar putri ke kamarnya. “mungkin dia kecapekan tante, mudah-mudahan cepat sembuh ya tante” ujar Elsa pamit.

“Hai Put, udah baikan? ^,^” Elsa tersenyum ramah melihat Putri keesokan paginya tiba di kelas.

“iya makasih ya kemaren udah ngantarin ke rumah,mama titip salam” Putri membalas senyum Elsa dengan wajah setengah bingung setengah takut. 

“Putri, kita temankan? Aku pengen kamu jawab dengan jujur ya? Kenapa sih, kamu harus ngelakuin ini semua? Kalau memang aku ada salah, kenapa kamu dan yang lainnya ga bilang langsung ke aku? That’s what friend for, right?” sontak kalimat Elsa barusan membuat kelas menjadi hening, suara Elsa begitu jelas terdengar di ruangan itu. Mereka semua terdiam, seolah baru menyadari apa yang mereka lakukan sangat menyakitkan bagi Elsa. Elsa tidak tahan lagi menjadi orang yang pendiam dan penyendiri sepenjang hari, menjadi orang asing di kelas sendiri.

“karena aku iri. Semua guru begitu mengidolakanmu, setiap ada sesuatu yang perlu dikerjakan, semuanya akan bertanya padamu. Kau bersorak saat kami semua sedih, kamu tidak pernah merasakan sakitnya di bawah. Kamu selalu di atas.Guru membangga-banggakanmu, membawa namamu setiap kali mereka ingin memotivasi siswa lain. Tapi aku mau berterimakasih, kalau kamu ga dekat dengan bu Surya, mungkin kemaren kamu ga bisa nganterin aku pulang. Makasih Elsa, aku minta maaf buat kebodohan ini.” Kalimat Putri terdengar sedikit bergetar, dia menunduk tidak berani menatap Elsa.

“Aku ga marah, aku cuma kecewa. Selama ini kita dekat, akubahkan udah anggap kamu teman baikku. Sejak pertama kali kamu ngirim sms itu, kamu ngehasut teman-teman, aku udah tau. Aku bahkan bisa ngebayangin cara kamu ngomong sama mereka, raut wajah kamu, aku tau semuanya. Aku memilih untuk diam karena sebenarnya aku ga bisa tegas sama kamu. Seandainya itu bukan kamu, mungkin dari dulu aku udah balas. Tapi makasih, semua kejadian ini buat aku makin bisa ngerti gimana caranya mengasihi. Mungkin dulu aku selalu bilang sama kalian buat mengasihi, karena selama ini aku ga punya kepekaan sama kalian. Aku ga pernah merhatiin sesuatu yang tersirat di depanku sendiri. Bagiku, selalu girang dan dengan senang hati ngebantu kalian, selalu terlihat nice di depan guru, dekat dengan guru, itulahmengasihi dan memancarkan kebahagiaan. Tanpa pernah tau gimana caranya mengasihi orang yang udah khianatin kita. Kamu tau, sebenarnya yang dibutuhkan manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling berharga untuk bertahan hidup adalah oksigen kan? Tapi kenapa malah Tuhan nyediain oksigen di bumi itu cuma 12%? Kenapa nitrogen yang 80%?? Proses nitrifikasi. Nitrogen diperlukan dalam proses nitrifikasi biar tumbuhan bisa hidup. Ketika tumbuhan hidup, dia bisa memberi kehidupan bagi manusia dan hewan. Seandainya aja oksigen yang lebih banyak, mungkin bumi udah habis terbakar sebelum kita ada. karena kita butuh oksigen sebenarnya buat jadi bahan bakar kita. Dulu aku ga pernah berpikir tentang hal ini, tapi dengan semua kejadian ini buat aku sadar, Tuhan ga nyediain segala sesuatu yang kita butuhkan itu secara otomatis, tapi dengan proses hingga sekitar kita turut dipelihara olehNya. Awalnya aku sempat dendam sama kamu, tapi justru di saat kemarahan menghampiriku, disitu aku merasa diuji Tuhan untuk membuktikan omonganku selama ini. Dan kuakui, sangat sulit rasanya. Dan semakin aku tau betapa sulitnya mengasihi, semakin aku takjub akan kasihNya. Kamu bilang kamu iri karena aku dekat sama guru, sementara kamu tau dari dulu aku hanya kagum pada satu profesi, guru. Aku ga pernah berusaha buat jadi orang lain biar dekat dengan guru, tapi kuakui layaknya bersahabat dengan seorang guru adalah kebahagiaan bagiku. Mungkin ini aneh ketika anak seusia kita mungkin mengidolakan artis papan atas, sedari kecil mataku tertuju hanya pada seorang guru. Mungkin, suatu saat bisa saja cita-citaku ga kesampaian, tapi setidaknya dengan mengagumi mereka akan menjadi jalan bagiku untuk menemukan jalanku sebenarnya.

Inginku hanyalah

Aku ingin, mataku ini adalah mataNyaMata yg melihat ladang telah menguning, tuaian pun menanti
Aku ingin, tanganku ini adalah tanganNya

Tangan yg bekerja melakukan pekerjaanNya
Aku ingin, kakiku ini adalah kakiNya

Kaki yg melangkah kemana Dia membawa
Aku ingin, lidahku ini adalah lidahNya

Yg menyatakan kebenaran penuh kasih
Aku ingin, telingaku ini adalah telingaNya

Mendengar tanpa menginterupsi dan tak lekas panas saat dimaki
Aku ingin, hatiku ini adalah hatiNya

Hati yg penuh belas kasih, bijak memilah dan berani mengubah

Karna bagiku, 

Sesungguhnya definisi kegagalan bukanlah ketika penerimaan raport dan aku pulang tanpa piagam
Pun bagiku kegagalan bukan ketika pengumuman penerimaan mahasiswa, namaku tak ikut terdaftar disana
Pun bukan ketika aku dijauhi oleh teman-temanku
Bukan, bukan itu definisi kegagalan di mataku
Kegagalan bagiku adalah saat aku melakukan apa yg seharusnya tidak kulakukan dan ketika aku tidak melakukan apa yg seharusnya kulakukan 
Kegagalan mendengar dan mengetahui kehendakNya dalam hidupku, itulah sejatinya kegagalan bagiku
Seringkali, justru kegagalan di mata dunia adalah kesuksesan terbesar yg pernah kuraih 

Dan keberhasilan yg katanya itu baik malah adalah kegagalan ku..

Aku ingin mencintai Sang Pemberi lebih dari mencintai pemberian itu.

Ada semangat…

Ada semangat Dalam putus asa yang amat sangat

Hati yg putus asa

Mencari kelegaan melalui doa


Apabila semua bantuan manusia sia-sia

Dan kehidupan seperti malam gulita

Mata manusia, secara naluriah

Akan berpaling ke arah yang cerah

Jiwa manusia menjerit meminta bantuan

Dan menemukan bahwa disana ada

-TUHAN-

Ada semangat..

Dalam putus asa yang amat sangat

Doa Penghiburan

Hatiku sering membisikkan doa tanpa suaraDi tengah hingar bingar jalan raya

Karena kutahu Tuhanku ada disana


Dan di tempat hening pun Ia ada
Hatiku sering menggumam kata-kata pujian

Sementara aku bergabung dengan kerumunan orang

Karena aku tahu Ia mengikuti semua keramaian

Dan mendengar setiap hati yang hening berdendang
Hatiku sering mengangkat cawan tak berisi ini

Sudah kering karena kebingungan dan kesulitan

Karena kutahu, 

Ku hanya perlu menengadah sesungguh hati 

Agar cawanku diisi kembali 

Dengan doa penghiburan

Love, Princess ❤

Pembunuh yg lebih tajam dari pedang

Alkisah, ada seekor kera yg hidup berdua dengan ibunyaKemana2 dia pergi dengan sang ibu
Suatu hari, dia melihat seorang anak manusia sedang naik kuda, lalu muncul keinginan dalam hatinya untuk melakukan hal yg sama
“Ibu, aku ingin naik kuda seperti manusia itu, ” pintanya pada ibunya..
“Baiklah anakku, besok akan ibu bawakan bagimu seekor kuda, tapi ibu tidak bisa mengajarimu” tutur sang ibu
“Yeeeee… ibuku hebat! Tidak masalah bu, aku akan belajar sendiri. Aku hanya ingin tau bagaimana rasanya menaiki kuda” girang si kera.
Esok harinya, si ibu menepati janjinya..

Dia membawakan seekor kuda bagi anaknya
“Terima kasih ibu.. ” si kera sontak kegirangan dan tidak sabar mencoba naik kuda

Dengan semangat ia naik ke atas kuda itu,
Namun belum sempat ia duduk dengan posisi terbaiknya,

Kudanya sudah langsung Lari dan menyebabkan dia jatuh
Jatuh yg dialami olehnya sangat sakit, membuatnya berpikir untuk tidak pernah naik kuda lagi
“Sudah bu, naik kuda itu ternyata rasanya sakit. Tidak enak! Aku tidak mau naik kuda lagi” ketusnya pada sang ibu
Lalu dia duduk sambil menangis karna tangannya sakit sekali
“Dalam hidup, akan selalu ada hal pertama yg kamu alami nak. Dan banyak yg awalnya memang sakit.

Namun kamu bisa merubahnya menjadi berbeda hanya jika kamu mau mencoba lagi.

Agar kenangan kuda dalam benakmu bukan hanya kesakitan, maka cobalah lagi.” Tutur sang ibu dengan lembut

Perkataan ibunya melembutkan hati kera itu. Diapun tidak mau jika hanya kenangan pahit yg dia ingat dari kuda.
Keesokan harinya, setelah tangan dan badannya cukup pulih,

Dia mencoba lagi untuk kedua kalinya
Kali ini, dia belajar dari pengalaman sebelumnya, dia berpegangan sangat kuat pada sang kuda sehingga dia tidak jatuh.
Dia sangat senang, akhirnya dia bisa menjadi seekor kera yg menunggang kuda, walau jalannya kuda itu masih sangat pelan..
Si kera mulai tertantang untuk memacu kudanya utk lari.

Dia memukul kuda itu dan sang kuda sontak berlari

Karna belum siap, si kera terjatuh lagi,

Namun kali ini dia tidak marah atau menangis

Dia tertawa, baginya sangat menyenangkan.
Tiba2, datang seekor kera yg lain.
“Kamu sedang apa?” Tanya kera itu
“Aku sedang belajar naik kuda, lihatlah, itu sangat menyenangkan” tutur si anak kera itu dengan bersemangat.
Namun, kera yg lain itu malah tertawa terbahak2..
“Hei, kamu serius? Omong kosong apa ini? Kamu itu kera, kita ini kera.. sudahla terima nasib jadi kera, Ngapain kamu belajar naik kuda?   Kamu itu kera paling konyol yg pernah kutemui, hahahhahhahhaahaah ”
Si anak kera yg tadinya semangat belajar, kini dia sudah patah semangat. Dia tidak menangis krna sakit di badannya. Dia tak mengucapkan kata apapun, pulang pada ibunya,

Dan tidak pernah lagi mau belajar naik kuda

*pesan moral*

Dalam hidup, seringkali bukan sakit fisik krn latihan yg membuat orang menyerah. Mereka yg mengalami kesakitan dalam latihan akan berjuang lagi untuk merubah kenangannya pada sesuatu yg baru jika awalnya memang menyakitkan.
Namun, perkataan yg menyakitkan sangat mampu mematahkan semangat org lain. Dan lebih tajam dari pisau.
Jika tidak bisa memberi kata untuk membangkitkan semangat,  Bukankah lebih baik  untuk tidak mengatakan apapun?

*Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.*